Langsung ke konten utama

Postingan

Mereka sudah mulai menua

Hari ini entah mengapa air mata terus mengalir. ikut menggambarkan suasana diluar yang sedang hujan. Perasaan antara bingung dan rindu. Dua hal yang berbeda, namun memiliki objek yang sama. Yaitu orang tua ku. Berada jauh ditanah rantau membuat batin ini begitu merindukan mereka. Padahal baru 2 bulan sejak balik kekampung halaman. Wajah mereka selalu terbayang dipikiranku. Entah mengapa. Tak kuat untuk memendam rindu, akhirnya kutelpon ibu. Mendengar suaranya yang tak sesegar dulu. Dimana beberapa waktu lalu ia masih bisa memanggil namaku dengan keras. Menceramahiku karena masih sholat bolong-bolong. Terus menegurku jika bermalas-malasan ditempat tidur. Perempuan tidak baik bangun siang, begitu katanya. Sampai akhirnya, saya sadar...ternyata ibu sudah mulai menua, ternyata ia tidak sekuat dulu lagi. Ketika saya menelpon   pun ia tak bisa berlama-lama meladeniku. Diserahkan handphonenya ke adikku. Rindu untuk mendengar suaranya Alhamdulillah mulai terobati. Namun, saat menutu...

SCHEDULE

Jam 5 Pagi, bangun, solat subuh, membaca Qur’an. Jam 6 pagi, mandi, pakai seragam, makan pagi, berangkat sekolah. Sampai jama 9 malam, sikat gigi, cuci kaki, tidur. Schedule (Jadwal) seperti ini sudah saya lakukan sejak masih Tk. Saya rajin melakukakknya hingga Sd. Masuk SMP dan SMA mulai jarang. Dan masuk kuliah saya membuat schedule bisa dihitung dengan jari. Entah dari mana asalnya hingga saya mau tergerak untuk menulis schedule. Namun, seingat saya, itu adalah inisiatif dari saya pribadi. Mungkin karena kegemaran saya menulis, sehingga saya suka menulis kegiatan sehari-hari saya. Sungguh, jauh berbeda memang kehidupan saya dimasa saya rajin menulis schedule dan masa sekarang. Long time ago, hidup saya itu lebih tertata, karena kegiatan untuk esok hari sudah dipersiapkan dengan baik. Sehingga waktu yang ada benar-benar dipergunakan dengan efisien dan efektif. Meskipun memang tidak setiap hari saya bisa menjalankan aktifitas yang saya lakukan itu secara full. Karena, yah..b...

MY PLAN A

  MY PLAN A Tulisan ini merupakan inspirasi dari salah satu mentor saya, yaitu Kek Jamil Azzaini. Ketika itu saya sempat membaca beberapa tulisannya dan salah satunya adalah Plan A. Ketika membacanya bait demi bait, paragraf demi paragraf, tiap katanya sangat mengena dihati saya. Tulisan itu kembali membuka pemikiran saya mengenai tujuan hidup. Saya adalah orang yang punya 1001 Planning dengan tipekel orang yang serba perfeksionis. Mungkin menurut kalian orang yang memiliki banyak planning adalah orang yang memiliki banyak mimpi yang ingin diwujudkan (fokus pada masa depan). Sedangkan orang perfeksionis adalah orang yang selalu ingin segala sesuatunya itu sempurna. Memang seharusnya seperti itu, namun bagi saya, kenyataannya planning itu hanya sebatang perencanaan yang sangat betah bertangker dipikiran saya tanpa adanya action. Dan tentunya, sifat perfeksionis itu percuma saja apabila tidak ada tindakan untuk mengaplikasikannya. Jujur...saya muak dengan My Big Dreams, ...

Cibiran ??? Cukup Keep Calm & Keep Smile

Cibiran ??? Cukup Keep Calm & Keep Smile             Ketika kita memiliki kekurangan ataupun ketika kita memiliki kelebihan selalu saja ada orang yang mencibir atau mencemooh diri kita. Entah dari penampilan, fisik, sikap, dan yang paling umum yaitu ketika kita pola pikir kita tidak sejalan dengan pemikiran orang tersebut, maka akan muncul suara-suara asing ataupun bisik-bisik tetangga oleh orang-orang disekitar kita. Cara pengungkapannya pun berbeda-beda, ada orang yang langsung mencibir atau mencemooh langsung di depan mata kita, dan adapula yang mencibir ketika kita sudah berlalu. Lalu, bagaimana kita seharusnya menanggapi orang-orang seperti ini ???   Cukup Keep Calm & Keep Smile             Kata-kata ini mungkin bagi kebanyakan orang mudah diucapkan, namun sulit untuk direalisasikan . Akan tetapi, sebenarnya kata-kata ini memang cukup mudah untuk d...