Sudah setahunan lamanya aku berada di kota ini. Ada banyak tanda tanya ketika untuk pertama kalinya aku tahu kota ini akan menjadi tempat berlabuhku dalam waktu lama. Kenapa Allah membawaku ke tempat yang sama sekali tak ada dalam perencanaanku? Di tambah ada rasa khawatir karena pada akhirnya setelah merantau sejak lama, kini aku akan mulai tinggal dan menetap. Namun, di balik tanda tanya dan berbagai rasa itu, aku selalu percaya Penciptaku selalu punya rencana baik untukku.
Selama setahun ini, ada banyak hal yang telah terjadi. Tawa dan tangis. Petemuan dan kehilangan. Takut dan lega. Kesepian dan rasa hangat. Namun dari berbagai peristiwa dan rasa yang dialami, hal paling kusyukuri adalah perasaan yakin padaNya tetap terawat dengan baik. Sesemrawut apapun hidup, keyakinan bahwa Allah pasti akan selalu hadir, melihat, dan mendampingi terpatri dalam hati. Melalui orang-orang baik yang ada di sekitarku. Melalui keberanian untuk berusaha menjaga nilai-nilai yang ingin kujaga. Melalui upaya untuk tetap bertanggung jawab atas amanah yang diberikan. Melalui mimpi dan keinginan untuk terus bertumbuh bersama.
Setahun ini tidak mudah, namun tidak semenakutkan itu. Aku belajar banyak hal. Terkadang aku bingung, tapi aku cukup menjalaninya saja sampai bertemu arahnya kembali. Terkadang aku melakukan kesalahan, tapi aku bisa belajar dan memperbaikinya. Kerap aku gagal, tapi aku tak menyerah dan terus mencoba. Sering kali, aku juga berada dalam pertentangan antara nilai diri dan penilaian orang lain, dimana aku tahu tidak bisa mengkontrol semua hal sesuai kondisi ideal, maka aku berusaha untuk menjaga diriku terlebih dahulu.
Sedikit demi sedikit, aku belajar memahami makna pada perjalanan di rumah baru. Di tempat ini, aku akan menghabiskan belasan hingga puluhan tahun masa muda dan lansiaku jika Allah mengizinkan. Maka, aku berdoa, agar Allah selalu membimbingku dengan lembut. Dalam perjalanan ke depan juga pasti akan ada berbagai tantangan yang dihadapi, maka aku pun ingin mengiatkan diriku, untuk berusaha menjaga keberkahan apa yang diterima, dikenakan, dimakan, dan yang diberikan. Jabatan bukanlah status sosial untuk mendapatkan pelayanan, namun amanah dan kesempatan untuk bisa memberi dan bermanfaat lebih banyak. Semoga Allah selalu menjaga.

Komentar
Posting Komentar