Langsung ke konten utama

Rumah Berkarya dan Bermanfaat (2)

Sudah setahunan lamanya aku berada di kota ini. Ada banyak tanda tanya ketika untuk pertama kalinya aku tahu kota ini akan menjadi tempat berlabuhku dalam waktu lama. Kenapa Allah membawaku ke tempat yang sama sekali tak ada dalam perencanaanku? Di tambah ada rasa khawatir karena pada akhirnya setelah merantau sejak lama, kini aku akan mulai tinggal dan menetap. Namun, di balik tanda tanya dan berbagai rasa itu, aku selalu percaya Penciptaku selalu punya rencana baik untukku.

Selama setahun ini, ada banyak hal yang telah terjadi. Tawa dan tangis. Petemuan dan kehilangan. Takut dan lega. Kesepian dan rasa hangat. Namun dari berbagai peristiwa dan rasa yang dialami, hal paling kusyukuri adalah perasaan yakin padaNya tetap terawat dengan baik. Sesemrawut apapun hidup, keyakinan bahwa Allah pasti akan selalu hadir, melihat, dan mendampingi terpatri dalam hati. Melalui orang-orang baik yang ada di sekitarku. Melalui keberanian untuk berusaha menjaga nilai-nilai yang ingin kujaga. Melalui upaya untuk tetap bertanggung jawab atas amanah yang diberikan. Melalui mimpi dan keinginan untuk terus bertumbuh bersama.

Setahun ini tidak mudah, namun tidak semenakutkan itu. Aku belajar banyak hal. Terkadang aku bingung, tapi aku cukup menjalaninya saja sampai bertemu arahnya kembali. Terkadang aku melakukan kesalahan, tapi aku bisa belajar dan memperbaikinya. Kerap aku gagal, tapi aku tak menyerah dan terus mencoba. Sering kali, aku juga berada dalam pertentangan antara nilai diri dan penilaian orang lain, dimana aku tahu tidak bisa mengkontrol semua hal sesuai kondisi ideal, maka aku berusaha untuk menjaga diriku terlebih dahulu.

Sedikit demi sedikit, aku belajar memahami makna pada perjalanan di rumah baru. Di tempat ini, aku akan menghabiskan belasan hingga puluhan tahun masa muda dan lansiaku jika Allah mengizinkan. Maka, aku berdoa, agar Allah selalu membimbingku dengan lembut. Dalam perjalanan ke depan juga pasti akan ada berbagai tantangan yang dihadapi, maka aku pun ingin mengiatkan diriku, untuk berusaha menjaga keberkahan apa yang diterima, dikenakan, dimakan, dan yang diberikan. Jabatan bukanlah status sosial untuk mendapatkan pelayanan, namun amanah dan kesempatan untuk bisa memberi dan bermanfaat lebih banyak. Semoga Allah selalu menjaga.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Palu Bangkit : Sahabat

"Merantaulah. Kau kan dapatkan pengganti kerabat dan kawan." Imam Al-Ghazali Kenapa Palu menjadi kota yang selalu indah dan takkan terhapus dalam kenangan sejarah hidupku, karena Kota Palu adalah tempat dimana ku temulan kerabat dan kawan seperti yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali. Para sahabat baik yang selalu menjadi tempaku belajar dan belajar. Berproses dan bertumbuh. Dibalik segala kekurangan seorang gadis pemalu, merekalah para sahabat yang meng Make Over diriku menjadi tampil berbeda. Bukan menawarkanku untuk memakai lipstik, foundation atau mencoba berbagai tutorial make up, tapi lebih dari itu. Mereka membantuku untuk keluar dari zona nyaman dan menjadi lebih berani untuk menatap hidup yang lebih berwarna. "Ada lomba menulis nih, kuy pada daftar" "Eh ada info beasiswa ini jangan lupa daftar yah" "Kalian udah daftar event itu blom, buru jangan deadline!" Tak hanya saling memotivasi untuk berkarya dan berprestasi, mereka jug...

Setelah penjelajahan ini, Akhirnya…

Saat sedang membaca novel Tere Liye, berjudul 'Tentang Kamu', tiba-tiba hpku bergetar. Sebuah notiviasi pesan masuk. Kusapu layar handphone untuk melihatnya. Tanganku tiba-tiba gemetar. Tak berpikir panjang, kubuka sebuah situs di google. Berkali-kali ku coba, tak kunjung bisa masuk.  Jantungku semakin berdegup kenjang. Ditambah jari-jariku yang terus gemetar. Kucoba membuka situs tersebut dengan aplikasi lain. Dan akhirnya, TERBUKA. Ku klik status dalam link tersebut. Aku menutup mulut, tanganku masih gemetar. Aku masih belum menyangka. Kutelpon seorang teman yang lebih paham masalah ini. “Halo ka?” tanyaku “Ya?” jawabnya dari balik telepon “Hari ini pengumuman. Kalau tulisannya lolos substansi itu artinya apa?” tanyaku dengan suara bergetar “Artinya kamu lolos!” jawabnya bahagia. Hari ini, 16 September 2019, akhirnya yang kuikhtiarkan sejak meminta izin pada Ibu Desember 2018 silam, menampakkan hasilnya. Hampir 10 bulan terlewati, 2 lebaran ku lalu...

Kenapa Memilih Menjadi Dosen dan Bagaimana Proses Persiapannya?

Tulisan ini kudedikasikan untuk diriku sendiri sebagai pengingat akan niat dan tujuan mengapa memilih karir ini. Dan selebihnya, semoga ada manfaat yang bisa diperoleh pembaca dalam proses perjalanannya. *** Pic: Buku yang digunakan sebagai bahan ajar “Kenapa ingin jadi dosen?” tanya seorang interviewer saat saya sedang mengikuti wawancara CPSN.  Saya pun mencoba menjawab pertanyaan ini “Pertama, pilihan karir dosen menjadi wadah saya untuk bisa bermanfaat tidak hanya melalui pengajaran, namun juga menyebarluaskannya melalui tulisan/publikasi, dan mengaplikasikannya dengan pengabdian kepada masyarakat. Dan semoga bisa menjadi amalan saya juga ketika sudah tidak ada di dunia, melalui ilmu yang bermanfaat sebagai amal jariah yang tidak terputus. Kedua, saya merasa punya tanggung jawab setelah mendapat privilege untuk bisa sekolah tinggi, melalui beasiswa pula sejak S1 hingga S2, dimana masih banyak orang lain yang tidak bisa mengenyam kesempatan ini, yang mungkin bahkan saya pikir m...