Langsung ke konten utama

Postingan

Teman Se-Surga

“Kerap kali kamu membantu temanmu dengan berbagai urusan dunianya. Lantas mengapa kamu tak membantu temanmu dalam urusan akhiratnya ? Bukankah teman yang sesungguhnya tak pernah memutus tali persaudaraan diantara mereka ? Meskipun oleh kematian sekalipun. Karena mereka percaya, bahwa hidup tak hanya di dunia. Ada Surga juga Neraka. Teman baik akan membawa temannya ke Surga. Percayalah!” Teman bagiku, bukan mereka yang selalu menemaniku ke mall. Bukan mereka yang selalu mentraktirku makan. Atau pun yang selalu bisa diajak jalan bareng. Bagiku, teman adalah mereka yang bisa jadi Ayah, Ibu, Kakak, dan Adikku. Teman adalah keluarga. Yang bisa ikut bahagia ketika aku bahagia. Yang tahu bagaimana menyikapiku ketika marah. Saling menguatkan satu sama lain. Mendukungmu meraih impianmu. Dan paling penting, selalu mengingatkanmu untuk bersama ke-Surga-Nya. Itulah definisi teman menurut pemahamanku. Perjalanan hijrahku pun sangat dipengaruhi oleh teman-temanku. Bisa menjalanakan per...

PULANG!

"Sejauh apapun kaki melangkah, sejauh apapun dirimu mengembara, sejauh apapun jarak memisahkan, pulang adalah momen yang selalu dirindukan, dan rumah selalu menjadi tempat terbaik untuk kembali merajut asa dan melepas lelah" Akhirnya. Bisa kembali pulang. Momen yang selalu dirindukan oleh anak rantau seperti diriku. Bagiku, selain melepas rindu betemu keluarga, pulang juga menjadi kesempatan terbaik untuk meminta restu (bukan, bukan restu yang itu. Ah jadi baperkan ðŸ˜†). Restu yang ku maksud adalah doa untuk segala mimpi di masa depan. Kamu juga pasti tahu, doa Ibu adalah paling mujarab. Saya sudah kerap kali membuktikannya diberbagai momentum. Saat punya kesempatan berbincang berdua, mulailah ku ceritakan satu per satu impianku. "Saya ingin ...., lalu setelah itu...., dan ketika usia itu saya ingin ...., doakan yah bu". Nah, cukup satu kata "Amin" dari Ibu akan mampu memuluskan segala impianku. Segala kemudahan yang ku dapatkan dalam hidup  tidak l...

Maafkan Aku yang Selalu Berjanji untuk Pulang

  “Kembalilah pada keduanya, lalu buatlah keduanya tertawa sebagaimana kamu membuatnya menangis” (HR.Abu Daud) Setiap anak, khususnya para perantau pasti akan selalu rindu pada orangtuanya. Begitupun orangtua, juga pasti merindukan anak-anaknya yang sudah lama tak dilihatnya.  *** Liburan semester telah usai. Dan aku tetap saja bergelut dengan laptop, kampus, lingkaran, dan proker.  “Kapan pulang ci?” Pertanyaan itu selalu muncul ketika Ibu menelpon, sms atau chat whatsap. “Mama suruh rental jemput ko disana?”  “Belum mama, masih ujian saya” Lagi, “Kapan pulang uci?” “Belum mama, saya kasi selesai dulu urusanku ini baru pulang, nanti saya kasi tau ki” Lagi. Dan kali ini sedikit membuatku terkekeh “Uci kapan pulang? Saya suruh rental jemputko?” “Belum mama. Btw admin mau tanya, kenapa kontak mamaku bisa masuk di grup ini yah? hehe” Ya, Ibu ku bertanya di grup PKM yang sedikit buat geger isi grup. Entahl...

Review Buku : Allah Tak Pernah Jauh (Karya Ayuk Lestari)

Pertama kali melihat buku ini di rak buku Sari Anggrek, Pasar Raya Kota Padang, saya langsung tertarik untuk memilikinya. Padahal sudah ada tumpukan buku dilenganku yang siap kubawa ke kasir saat itu. Namun, buku ini tetap saja memiliki karisma tersendiri yang buatku merasa rugi jika tak memasukkannya dalam rentetan buku yang akan ku baca.    Allah Tak Pernah Jauh Judulnya yang membuat saya begitu tertarik untuk membacanya. Saya merasa judul itu mewakili perasaan dan kondisiku di masa lalu, sekarang, dan yang akan datang. Allah Tak Pernah Jauh. Benar! Bagaimana saya tahu? Lewat berbagai momentum indah yang sudah diperlihatkan-Nya padaku selama hidup. Contohnya saja ketika saya berangkat ke Padang dengan uang 50 ribu rupiah. Menghabiskan waktu kurang lebih seminggu disana. Bisa membeli buah tangan dan beberapa buku. Dan kembali pulang ke kota Palu. Dengan uang 50 ribu? Rasanya mustahil bukan! Disaat itu hanya Allah lah yang kuandalkan lewat doa. Dan Dia me...

Untuk Saudara Saudariku di Palestina

Bismillah... Palestina dan dunia kembali gempar ketika Yerusalem diakui Donald Trump (Presiden Amerika Serikat) sebagai ibu kota Israel. Sontak negara-negara PBB, termasuk Indonesia menyatakan ketidaksetujuannya akan hal itu. Pada tanggal 21 Desember 2017, PBB memutuskan bahwa Yerusalem adalah wilayah kekuasaan Palestina atas kesepakatan 128 negara PBB. Aksi besar-besaran sempat terjadi di Indonesia. Tak terkecuali daerah tempat tinggalku. Ukhuwah muslim itu benar-benar ku rasakan. Ketika teman-teman saling mengajak ikut aksi dukungan untuk Palestina. Namun, bukan karena Yerusalem kembali di tangan Palestina ataupun aksi dukungan Indonesia membela Palestina hingga saya menulis di blog ini. Tapi, ada satu hal yang menggetarkan saya untuk menulis. Sebuah cuplikan video instagram dari teman saya. Berduarasi 54 detik. Tapi,tak sampai selesai, cukup 10 detik saja saya menonton video itu, sudah mampu membuat saya meneteskan air mata. Memperlihatkan tentara zionis Israel ...