Langsung ke konten utama

Postingan

Proses Penulisan Buku “Mau Menjadi Lebih Baik” hingga Diterbitkan!

          Ada banyak yang bertanya tentang bagaimana agar karya kita bisa diterbitkan atau bagaimana prosesnya dan berbagai hal terkait dengan penulisan buku. Sebenarnya, ada banyak sekali penulis hebat yang bisa menjadi rujukan teman-teman untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, karena pengetahuan dan pengalaman saya dalam dunia kepenulisan pun masih sangat terbatas. Lagi pula, buku ini juga baru karya pertama dan perdana diterbitkan. Namun saya akan mencoba untuk berbagi cerita penulisan buku “Mau Menjadi Lebih Baik” berdasarkan pengalaman yang saya lakukan kemarin.   Semoga ada manfaat yang bisa diambil. Proses Penulisan Buku “Mau Menjadi Lebih Baik” hingga Diterbitkan! Mengapa mau jadi penulis? Sumber: Buku Menjadi Lebih Baik (2020:70)           Sebelum memulai tentang proses penulisan buku, saya pikir penting untuk berbagi niat atau tujuan saya mengapa ingin menulis. Sama halnya dengan bagian awal buku yang kera...

Trias Muslimatika: Kuliah, Kerja atau Nikah?

Kok beli buku itu sih Ci? Lah, kamu kan belum punya anak Ci, ngapaian baca buku parenting? Kurang lebih seperti itulah pertanyaan beberapa teman saya. Sejujurnya saya memang sedang consern untuk membaca hal-hal yang berkaitan dengan wanita, parenting dan mental disorder. Termasuk juga sex abuse yang beritanya sering wara-wiri di media online ataupun layar televisi. Berangkat dari fenomena itulah akhirnya saya sadar berbagai permasalahan itu terjadi selalu bersinggungan dengan pola asuh (parenting) yang tidak lain menjadi peran saya nantinya. Iya, masih nanti, soalnya hilal jodonya belum tampak sekarang. Meskipun nanti, justru saya pikir butuh persiapan sebelum akhirnya tiba di momen itu. Kenapa? Yah itu tadi, agar problem yang terjadi di masyarakat, setidaknya menjadi pelajaran buat saya, maka dengan ilmu itulah menjadi bentuk ikhtiar saya agar hal yang sama tidak terjadi lagi paling minimal bagi saya dan lingkungan sekitarku. Lalu, kenapa saya memilih buku Trias M...

A Book A Week Challenge

Beberapa fakta yang membuat saya membuat challenge ini ke diri sendiri Pertama, nyatanya segala sesuatu akan dihisab. Tumpulan baju dilemari, ilmu dari bocil sampai sekarang, termasuk juga buku-buku ini semua bakal dihisab. Kalau gak dibaca malah nambah dosa, jadi buru aja diabisin sebelum dipanggil Kedua, nyatanya peringkat PISA Indonesia ada diurutan 74 dari 79 negara. Karena rendahnya minat baca buku anak Indo. So, karena saya masih belom bisa ngasih apa-apa buat negeri ini, yaudah saya banyakin baca buku aja, kali aja ada mukjizat peringkat Indo nail tahun ini. Tapi btw, 22 tahun masih tergolong usia anak-anak nda yah? Haha Ketiga, nyatanya pulang kampung buat saja jadi anak rebahan. Nargetin baca buku perminggu setidaknya bisa buat idupku agak lebih berarti dikit lah yah, paling gak buat diri sendiri. Keempat, nyatanya saya masih punya buku simpanan di Jogja yang masih terbungkus rapi (artinya belum dibaca). Jadi, emang kudu habisin buku di kampung, biar gak bertumpuk ...

Jakarta : Pelajaran Hidup

“Don`t judge the book by its cover” Kalimat ini cocok sekali menggambarkan si kota metropolitan – Jakarta. Macet, banjir, belum lagi kasus-kasus kejahatan dan penipuan yang sering kulihat di layar kaca ataupun media online, sering terjadi di kota padat ini. Jakarta dengan beragam problematikanya, membuatku tak memasukkannya dalam list kota yang ingin kukunjungi. Namun nyatanya, Allah berkata lain. Jakarta menjadi tempatku untuk menimba ilmu selama lebih dari 3 bulan. Perjalanan menuju Jakarta, membuat pikiranku melayang membayangkan hal-hal buruk yang mungkin akan kualami. Rasanya, kota ini benar-benar tidak akan cocok denganku. ‘Lifestyle’ kota ini takkan bisa bergandengan denganku yang selow, tak suka diburu-buru dan simple. Menurutku, Jakarta adalah kota dimana orang-orangnya selalu ditutut untuk `upgrade` , khususnya dalam hal barang-barang konsumtif. Kemacetan dan bunyi klakson dimana-mana juga pasti membuat mereka stres, sehingga kupikir mereka akan lebih mudah ma...