Langsung ke konten utama

Berbagi itu Menyenangkan


"Berbagi itu menyenangkan. Bagiku tak ada yang berbeda antara langit dan bintang. Dua ciptaan Allah yang saling melengkapi satu dan lain. Bintang hadir berbagi sinarnya. Dan ia menghilang kala mendung datang. Agar langit bisa berbagi hujan (kehidupan)"

Setelah sekian lama gak update, finally Allah beri kesempatan untuk nulis diblog ini lagi. Kali ini, saya ingin berbagi kisah dan menuliskan sejarah baruku. Senin, 11 November 2017 ada sebuah catatan baru yang terukir dalam hidupku. Menurutku ini adalah cara Allah mendekatkanku menuju mimpiku. Dilembaran kertas impian yang ku tempelkan didinding kamarku, ada satu impian yang bertuliskan "Ingin tampil dan berbagi dihadapan 1000 orang".

Saya percaya dengan sebuah proses. Sebelum kamu pantas, maka berusahalah untuk memantaskan diri terlebih dahulu. Kemarin Allah memberiku jalan untuk belajar berproses memantaskan diri. Diberi kesempatan untuk pertama kalinya menjadi pemateri disebuah kegiatan workshop kepenulisan. Rasanya...gubrak...

Beberapa hari sebelum kegiatan udah gudagiduk aja hatinya. Seharian gak tidur buat nyusun materi. Dan engingeng... di kegiatan lampu padam. Yah first time dan keadaannya seperti ini pula cuman bisa bilang "semangateakkkkauci". Alhamdulillah, lancer aee. Pesertanya bisa nyerep materinya. Actually, yang buatku selalu kepikiran sebelum kegiatan itu adalah "pokoknya harus ada materi yang membekas dan bisa dibawa pulang oleh peserta". It`s the point.

Ini menjadi pengalaman yang pertama. Bukan yang terakhir. Loh ketagihan yah ci ? Hehe bisa dibilang begitu. Kata Abang saya Mas Setia Furqon kholid, "Kalau kamu sudah sekali berbicara, maka kamu akan pengen terus untuk berbicara diberbagai kesempatan lainnya". And it`s true yo.

Satu hal yang saya pahami, bahwa hidup ini adalah tempat persinggahan. Apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Bermanfaatlah untuk sebanyak-banyaknya orang. Caranya dengan berbagi. Berbagi kisah...berbagi pengalaman...berbagi pengetahuan...berbagi tulisan...karena saya percaya satu kalimat istiqfar bisa mengampuni dosa melampaui buih dilautan, satu kalimat dzikir bisa menggetarkan Arsy Allah SWT, begitupun dengan nasihat dan tulisan yang kamu bagikanpun siapa yang sangka bisa memberi perubahan yang lebih baik untuk orang lain.

"Berbagi itu menyenangkan. Bagiku tak ada yang berbeda antara langit dan bintang. Dua ciptaan Allah yang saling melengkapi satu dan lain. Bintang hadir berbagi sinarnya. Dan ia menghilang kala mendung datang. Agar langit bisa berbagi hujan (kehidupan)"

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Palu Bangkit : Sahabat

"Merantaulah. Kau kan dapatkan pengganti kerabat dan kawan." Imam Al-Ghazali Kenapa Palu menjadi kota yang selalu indah dan takkan terhapus dalam kenangan sejarah hidupku, karena Kota Palu adalah tempat dimana ku temulan kerabat dan kawan seperti yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali. Para sahabat baik yang selalu menjadi tempaku belajar dan belajar. Berproses dan bertumbuh. Dibalik segala kekurangan seorang gadis pemalu, merekalah para sahabat yang meng Make Over diriku menjadi tampil berbeda. Bukan menawarkanku untuk memakai lipstik, foundation atau mencoba berbagai tutorial make up, tapi lebih dari itu. Mereka membantuku untuk keluar dari zona nyaman dan menjadi lebih berani untuk menatap hidup yang lebih berwarna. "Ada lomba menulis nih, kuy pada daftar" "Eh ada info beasiswa ini jangan lupa daftar yah" "Kalian udah daftar event itu blom, buru jangan deadline!" Tak hanya saling memotivasi untuk berkarya dan berprestasi, mereka jug...

Kisah Inspiratif : “Tetaplah ke sekolah, meski kamu mati terbunuh.”

“Tetaplah ke sekolah meski kamu mati terbunuh,” gigih ibunda Samsiah kepada buah hatinya tercinta. Anaknya bernama Samsiah menjadi salah satu korban penyemprotan cairan asam dari segerombolan lelaki Afganistan yang anti sekolah. Ia menderita luka bakar paling parah dan memperoleh noda cacat di kelopak mata dan sebagian besar pipi kiri. “Kalau anda tidak mengirim anak-anak gadis ke sekolah, musuh kalian yang menang,” seru kepala sekolah bergetar. Sejak kejadian penyemprotan cairan asam ke wajah para siswa, Sekolah Mirwais menjadi sepi. Namun itu tidak berlangsung lama, kini ada sekitar 1.300 siswi belajar disana tanpa jaminan keamanan. Kapan pun kekejian bisa menimpa mereka. Namun mereka tetap semangat untuk menempuh pendidikan. Kisah ini menjadi sebuah tamparan untuk kita, khususnya saya pribadi. Yang mungkin ada masa dimana keluhan-keluhan terlontar saat belajar. Capek, lelah dan penat dengan berbagai pelajaran. Namun ternyata, ada adik-adik di luar sana yang bahkan harus berko...

Palu Bangkit : Masihkah Kau Ragukan Kebesaran-Nya?

Katakanlah "siapakah yang dapat melindungimu dari (ketentuan) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Mereka itu tidak akan mendapat pelindung dan penolong selain Allah. (Qs. Al-Ahzab : 17) Tiap hari media tak pernah absen mengabarkan kondisi terbaru seputar kondisi kota Palu dan sekitarnya. Tiap hari pula rasa-rasanya masih tak percaya, bahwa aku dan kami yang selamat lolos dari musibah maha dahsyat yang untuk pertama kalinya terjadi dalam hidup kami. Tak cukup sampai disitu, usai bencana, Tuhan tak henti-hentinya memperlihatkan kebesaran dan keangugannya lewat berbagai saksi mata hidup juga mati. Masjid terapung di pinggir pantai Talise yang berdiri dengan kokohnya seakan-akan tak bergeming, bahwa baru saja badai menyapu pinggiran pantai hingga 3 sampai 6 meter tingginya. Sedangkan Jembatan kuning yang begitu kokoh dan megahnya tak berdaya ketika disambar dentuman gempa dan ombak yang bertubi datangnya. Rumah yang tetap berdiri...