Langsung ke konten utama

20 Tahun : Terima kasih




Tepat 20 Desember hari ini usiaku memasuki 20 tahun (walaupun gak jelas sih kapan tepatnya tanggal lahirku, karena di Raport SD tanggal lahirku 01 Desember, di akta kelahiran tanggal 20 Desember, dan di buku nikah ibu tanggal 31 Desember. Dan parahnya ibuku gak tau tanggal lahir yang tepatnya kapan. Tapi, sumpah saya anak ibu dan papuku ko. So, saya ikut akta kelahiranku aja kalau ada yang nanyain hari netas)

Memasuki usia kepala dua menurutku, menuntut kamu harus lebih dewasa dan mandiri. Karena statusmu bukan anak belasan tahun lagi yang suka labil dan moodyan (saya bangettt). Harus bisa memutuskan. Harus siap dengan tanggungjawab yang lebih besar. Gak boleh main-main lagi kalau urusan masa depan. Harus fokus dengan target. Harus belajar banyak hal dan keluar dari zona nyaman. Harus siap dengan berbagai ujian. Harus rajin ibadahnya (biar bisa jawab pertanyaan malaikat masa mudanya dipakai apa aja). Harus bisa masak (soalnya udah dekat usia nikah eakkkk). Dan banyak keharusan lain yang dari sekarang mulai untuk dilatih agar gak kaget saat time ujiannya datang. Bismillah kuatkan hamba-Mu ya Rabb.

Tanggal 20 ini selain hari bersejarah, juga menjadi hari tergila menurutku. Kenapa ? Karena suprice yang disiapkan teman-teman benar-benar ngalahin ups salah, rumah uya kuya, termehek-mehak ataupun reality show lainnya yang settingannya paling jago. Mereka ini para aktor dan artis bertalenta yang yakin banget bakal bisa ngalahin settingan reality show tadi. My first time ngeliat orang berkelahi dan pukul-pukulan. Gimana gak jantungku deg-degkan sampai sekarang. Gak nyangka aja mereka sampai buat kayak gitu. Dan saya masih kepikiran sama teman-teman yang pukul-pukulan itu gak sakit apa yah. Belum lagi ada adegan banting piring. Para tetangga pada bangun pula. Paling gila waktu dengar rencana-rencana awal mereka yang sampai mau manggil polisi, mau begal, bahkan sampai mau naruh barang haram ditasku (errror bener yak). Saya hanya bisa berkata it`s so crazy.



Tapi, ada satu makna yang bisa saya ambil dari hari ini (walaupun ini settingan heheh). Saya tipekel orang yang agak sulit percaya dengan lingkungan sekitarku (mungkin karena banyaknya larangan sejak kecil yang buat saya susah trust dengan dunia). Bahkan, saya sempat mengikuti tes psikologi yang hasilnya menunjukkan begitu besar ketakutanku terhadap lingkungan, hingga membuat saya beranggapan bahwa jarang ada orang yang benar-benar tulus di dunia ini melainkan ada maksud lain dibaliknya (ini salah satu alasan kenapa saya terkesan cuek dan lebih senang sendiri). Namun, hari ini cukup memperlihatkan, bahwa “Gak semua seperti itu Ci”. Ada orang-orang baik, yang peduli, bahkan sampai rela “diribetin” untuk kepentinganmu. “Dunia gak semengerikan seperti apa yang kamu takutkan selama ini”. Semua tergantung sudut pandang saja (kata teman disebelah saya). Dan paling penting “Don`t think you`re always alone”.




Terima kasih. Untuk Suprice. Untuk segala Doa. Saya agak sulit mengekspresikan diri. Tapi honestly, saya terharu. Terima kasih sudah menjadi keluargaku disini. Terima kasih 😊

Note : Seandainya saya mengibaratkan settingan semalam itu menjadi sebuah film saya akan beri judul “Akibat Medsos“ dengan aktor dan artis :

Triyono = Anak hits labil (Tokoh utama)
Yoshua = Anak jagir yang ingin memperlihatkan kebesarannya (Tokoh Utama)
Athira, Sinta, Linda = Para wanita setttrongg (Tokoh pelerai)
Adt = Pemecah piring (Tokoh pemberi kode)
Irul dan Taufik = Dua orang songong labil yang harusnya melerai malah ikutan anak hits bagebuk anak jagir (Tokoh bikin jengkel, sumpah saya jengkel sekali sama perannya dorang ini)
Andre = Anak netral yang provokator (Tokoh mancing-mancing)
Bale dan kawan kawan = Kelompok pemberi ending (Para Tokoh yang diberi kode)
Suci = Anak baik-baik yang gak tau apa-apa (Tokoh penghuni surga, Amiinn)

Dibalik layar : Grup Wa sinetron to suci (Niat banget) dan Grup Wa Tadulako Menginspirasi

Produksi : Tadulako Menginspirasi

Tayang : Cooming Soon (Siapa-siap di Ultah orang berikutnya)

Warning : Berlaku batasan usia!!!


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Memilih Menjadi Dosen dan Bagaimana Proses Persiapannya?

Tulisan ini kudedikasikan untuk diriku sendiri sebagai pengingat akan niat dan tujuan mengapa memilih karir ini. Dan selebihnya, semoga ada manfaat yang bisa diperoleh pembaca dalam proses perjalanannya. *** Pic: Buku yang digunakan sebagai bahan ajar “Kenapa ingin jadi dosen?” tanya seorang interviewer saat saya sedang mengikuti wawancara CPSN.  Saya pun mencoba menjawab pertanyaan ini “Pertama, pilihan karir dosen menjadi wadah saya untuk bisa bermanfaat tidak hanya melalui pengajaran, namun juga menyebarluaskannya melalui tulisan/publikasi, dan mengaplikasikannya dengan pengabdian kepada masyarakat. Dan semoga bisa menjadi amalan saya juga ketika sudah tidak ada di dunia, melalui ilmu yang bermanfaat sebagai amal jariah yang tidak terputus. Kedua, saya merasa punya tanggung jawab setelah mendapat privilege untuk bisa sekolah tinggi, melalui beasiswa pula sejak S1 hingga S2, dimana masih banyak orang lain yang tidak bisa mengenyam kesempatan ini, yang mungkin bahkan saya pikir m...

Setelah penjelajahan ini, Akhirnya…

Saat sedang membaca novel Tere Liye, berjudul 'Tentang Kamu', tiba-tiba hpku bergetar. Sebuah notiviasi pesan masuk. Kusapu layar handphone untuk melihatnya. Tanganku tiba-tiba gemetar. Tak berpikir panjang, kubuka sebuah situs di google. Berkali-kali ku coba, tak kunjung bisa masuk.  Jantungku semakin berdegup kenjang. Ditambah jari-jariku yang terus gemetar. Kucoba membuka situs tersebut dengan aplikasi lain. Dan akhirnya, TERBUKA. Ku klik status dalam link tersebut. Aku menutup mulut, tanganku masih gemetar. Aku masih belum menyangka. Kutelpon seorang teman yang lebih paham masalah ini. “Halo ka?” tanyaku “Ya?” jawabnya dari balik telepon “Hari ini pengumuman. Kalau tulisannya lolos substansi itu artinya apa?” tanyaku dengan suara bergetar “Artinya kamu lolos!” jawabnya bahagia. Hari ini, 16 September 2019, akhirnya yang kuikhtiarkan sejak meminta izin pada Ibu Desember 2018 silam, menampakkan hasilnya. Hampir 10 bulan terlewati, 2 lebaran ku lalu...

Impian #1 : Perjalanan

Impian akan membawa kita terbang. Semakin kita percaya dengan impian itu, semakin kita tak menyangka bahwa ia telah membawa kita jauh dari sebelumnya. Ada begitu banyak hal yang akan terlewati dalam proses pencapaiannya. Sehingga rasa-rasanya, rugi jika tak diabadikan dalam aksara. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian .” Tulisan ini in syaa Allah akan berkelanjutan. Inspirasinya berawal dari pemikiran kebanyakan orang yang hanya melihat hasil pencapaian seseorang. Hingga lupa ada proses yang mengorbankan banyak tangis, rindu, waktu, dan berbagai ujian fisik, materi hingga batin. Ketika setiap penonton melihat proses itu, maka mereka tidak akan mudah (lagi) menilai dan berkomentar, “Dia beruntung”, “Dia punya fasilitas lengkap”, atau “Dia punya orang dalam.” Setiap orang menjalani prosesnya dari titik nol hingga ia menja...