Langsung ke konten utama

Postingan

Kartiniku

"Meski beribu kilo meter kaki melangkah, kita selalu nyaman untuk kembali dengan tawa atau pun tangis dalam dekapannya." 21 April tepat hari ini di peringati sebagai hari Kartini. Sosok pahlawan yang berjuang guna memperoleh hak-haknya sebagai seorang perempuan yang dianggap terbelakang. Sehingga bagi kalangannya, yakni kaum Hawa di anggap tak pantas memperoleh pendidikan dan tak bisa “cerdas” seperti halnya kaum Adam. Padahal jelas sekali, Allah memberi lelaki tak terkecuali juga wanita akal untuk berpikir dan potensi untuk dikembangkan, sedangkan pembedanya hanyalah ke-taqwa-an. Kartini adalah sosok inspirasi bagi para wanita di zamannya hingga hari ini. Itulah Raden Ajeng Kartini yang ku kenal lewat sejarah. Kartini memang sudah tiada, namun bagiku, gambaran sosok tentang dirinya masih selalu menyapa dalam diri wanita itu. Saya sering memanggilnya Mama. Kita anak-anaknya pasti sepakat, bahwa Mama adalah Kartini yang juga menjadi pahlawan kita selama ini. “Ia selalu...

Impian #1 : Satu bulan berlalu. Mulai Jenuh?

Kisah dari mimpi #1 masih diizinkan-Nya berlanjut hingga hari ini. Sebulan berlalu setelah perjalanan menempuh luasnya samudra selama dua hari. Kita masuk pada proses menuju titik berikutnya. Belajar…Belajar…Belajar! Saya jadi teringat kisah seorang teman saya yang sedang menjalani coas di Rumah Sakit. Ia sempat mengeluh karena padatnya rutinitas yang ia jalani setiap hari. Kurangnya jam tidur di tambah tekanan senioritas, buat ia sempat berpikir tuk keluar dari coas dan tidak ingin melanjutkannya. Hal serupa pun terjadi pada kami. Sebut saja kami para pejuang bahasa. Rutinitas kami selalu bergelut dengan dunia tata bahasa yang baik dan benar. Pukul 05.30 pagi sudah harus masuk kelas smpai jam 08.30 pagi. Lanjut lagi masuk 10.00 pagi – 01.00 siang. Masuk kembali jam 04.00 – 05.30 sore. Di lanjut kelas malam jam 07.30 – 09.00 malam. Totalnya ada enam kelas dalam sehari. Rutinitas itu dijalani dari Senin-Jumat. Belum lagi suguhan PR setiap harinya dan kelas tambahan di weekend. Nge...

Impian #6 : Merpati

Bismillah Ini adalah salah satu kisah dan mimpi lain di tahun ini. Setiap impian yang ku tuliskan merupakan langkah demi langkah semata-mata untuk mencapai ridho-Nya. Ya, sesuai tujuan kita diciptakan. Dan untuk mencapai tujuan itu, langkah yang dilakukan yakni dengan membuat segala impian yang tertuju untuk kebermanfaatan orang banyak. Kali ini, impian itu tergagas bersama orang-orang hebat yang ku anggap sebagai keluarga dan tempatku bertumbuh. Saya selalu percaya, bahwa tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini. Termasuk setiap petemuan dan berbagai momentum yang kita lalui dalam hidup. Salah satu contoh kecilnya yakni tergagasnya impian ini. Dulu, kami tidak saling mengenal. Lalu , Tuhan mempertemukan. Menariknya, lewat kekurangan kami. Berasal dari keluarga sederhana, membuat kami harus ikut berpikir tuk meringankan beban keluarga dalam membiayai pendidikan kami. Dari sanalah Tuhan mempertemukan kami. Melalui Yayasan Karya Salemba Empat. Pemberi dana beasiswa yang san...

Impian #1 : Perjalanan

Impian akan membawa kita terbang. Semakin kita percaya dengan impian itu, semakin kita tak menyangka bahwa ia telah membawa kita jauh dari sebelumnya. Ada begitu banyak hal yang akan terlewati dalam proses pencapaiannya. Sehingga rasa-rasanya, rugi jika tak diabadikan dalam aksara. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian .” Tulisan ini in syaa Allah akan berkelanjutan. Inspirasinya berawal dari pemikiran kebanyakan orang yang hanya melihat hasil pencapaian seseorang. Hingga lupa ada proses yang mengorbankan banyak tangis, rindu, waktu, dan berbagai ujian fisik, materi hingga batin. Ketika setiap penonton melihat proses itu, maka mereka tidak akan mudah (lagi) menilai dan berkomentar, “Dia beruntung”, “Dia punya fasilitas lengkap”, atau “Dia punya orang dalam.” Setiap orang menjalani prosesnya dari titik nol hingga ia menja...

Hey 21 Tahun

21 tahun. Menurut orang-orang angka 21 masihlah muda. Namun bagiku justru kebalikannya. Ketika menginjak angka kepala dua, artinya kamu sudah masuk di usia “Dewasa”. Baik dewasa secara fisik. Dewasa dalam berpikir. Dewasa dalam memutuskan. Dewasa dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Dan dewasa dalam memilih siapa saja yang akan bersamamu saat ini dan di masa yang akan datang.  21 tahun. Usia dimana kamu tidak boleh ogah-ogahan untuk mempersiapkan jangka pendek dan jangka panjang kedepan dalam hidupmu. Termasuk memikirkan tentang, kapan kamu akan menikah, bagaimana menjadi seorang istri dan ibu yang baik, pekerjaan apa yang kamu inginkan, siapa saja orang-orang yang harus segera kamu bahagiakan dan kapan kamu mewujudkannya.  Kamu harus memikirkan dan mempersiapkannya dari sekarang. 21 tahun. Bagiku adalah usia pemantasan dan pembuktian. Pemantasan bahwa kamu layak mempertahankan “idealisme” mu dalam bermimpi. Dan akan selalu butuh pembuktian. Bukan untuk me...

Palu Bangkit : Pilihan!

"Merealisasikan mimpi adalah akumulasi dari kerja keras, perencanaan yang matang, konsistensi yang tinggi serta kesabaran dalam waktu yang lama. Jika belum memilikinya, renungkan kembali semangatmu!" ¬ Ario Muhammad (Penulis Buku) Hidup selalu identik dengan pilihan. Jika ada yang diperjuangkan, maka harus ada yang dikorbankan. Begitulah mekanismenya. Tapi tahu tidak, dengan berbagai pilihan itu kita bisa semakin mendewasa. Karena kita belajar menerima resiko dan dampak dari pilihan kita sendiri. Dalam sehari, kita bisa memutuskan puluhan pilihan. Mulai dari memilih sarapan nasi atau roti. Membaca buku atau webtoon . Menonton sinetron atau berita. Hingga keputusan besar, seperti memilih lanjut kuliah atau bekerja. Wanita karir atau ibu rumah tangga. Pergi atau tetap tinggal. Keputusan besar selalu identik dengan “Zona Nyaman” dan “Idealisme.” Contohnya, ada begitu banyak orang yang punya impian untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya, namun ada pilihan lain yakni ...

Palu Bangkit : Tadulako Menginspirasi

 "Tadulako Kuat, Tadulako Bangkit." Awalnya, kami pikir bahwa kegiatan ini tidak akan terlaksana di tahun ini, karena bencana yang menimpa Kota Palu kemarin, membuat timeline kegiatan tak berjalan sesuai rencana. Namun di luar dugaan, ternyata bencana tak membuat semangat teman-teman pupus. Keren sekali kan mereka. Dengan mengusung tema, "Tadulako Kuat, Tadulako Bangkit." Tadulako Menginspirasi merupakan kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh Komunitas anakUntad. Jika sahabat biasa menonton TEDX, seperti itulah bentuk kegiatan ini. Menghadirkan para bintang yang punya segudang prestasi dan karya serta bermanfaat untuk banyak orang. Jika TEDX Indonesia biasanya menghadirkan para tokoh ternama seperti Ridwan Kamil atau Anies Baswedan, maka Tadulako Menginspirasi menghadirkan mahasiswa atau fresh graduate Universitas Tadulako. Tujuan kegiatan ini untuk memberi semangat dan virus menginspirasi dari para inspirator, sehingga dapat menjadi Role Model b...