Langsung ke konten utama

Ramadhan Challenge Part 5 : Kamu Tahu Ada Program Mahasiswa Wirausaha ?




Gak kerasa yah udah puasa kelima aja. Itu artinya, normal puasa untuk sebulan sisa 25 hari lagi. Semoga tetap istiqomah jalankan solat malamnya yo. Semangat :)

 Hari ini plong banget..Yeyy Finally, kelar juga. Setelah stres dengan dua tugas deadline. Akhirnya semua bisa diselesaikan. Thanks God.

Saya mau share sedikit tentang tugas yang sempat buat saya puyeng. Yang pertama itu sih tugas final. Tapi bukan ini yang ingin saya bahas. Tapi, job yang kedua. Yakni proposal (bukan proposal untuk ajukan judul yah). Nama proposal yang saya buat bersama tim kece saya yakni proposal untuk Program Kompetisi Bisnis Mahasiswa Indonesia atau biasa dikenal PMW (Program Mahasiswa Wirausaha). Ada yang berbeda dengan programnya ditahun ini sih. Kalau tahun-tahun kemaren PMW itu diseleksi oleh univ, sekarang berbeda. Seleksinya oleh pusat (Dikti). Banyak juga mahasiswa kampus yang bisa membuka usahanya lewat program ini. Misalnya saja Anakuntad Books & Cafe.

Jadi, ini adalah event yang sangat ditunggu-tunggu oleh mahasiswa, khususnya yang tertarik dengan dunia usaha. Namun sayang, informasi tentang event ini ternyata kurang banyak diketahui oleh mahasiswa. Ada bahkan yang mendapat informasi ini satu hari sebelem deadline. Yah kalau kayak gini sih berarti informasinya yang deadliner bukan orangnya hahaha.

Saya juga dapat informasi, bahwa kampus punya kuota 29 proposal untuk dikirim ke Dikti. Namun, sampai akhir tadi hanya sekitar 15 proposal yang terdaftar (timku yang paling terakhir ngumpulin proposal, untung bapaknya baik, meskipun udah malam tetep dibantuin :) ). Kan rugi aja yah. Padahal banyak ternyata yang gak dapat informasi kegiatan ini.

Dan dapat informasi dekat deadline atau udah deadline itu bukan cuman sekali dua kali doang sih. Contohnya aja kayak Mawapres. Wah ini jarang banget dipublish. Kalu bukan kita sendiri yang nyari yah gak bakal tahu. Bahkan mungkin ada yang gak tau Mawapres itu apa ?

Artinya apa ? Kita sangat kekurangan informasi untuk kegiatan-kegiatan seperti itu. Padahal jika semakin banyak mahasiswa kampus yang mengikuti event ini, maka semakin besar pula jiwa kompetisi dan peluang untuk menang. Dan nama kampus pun dapat naik. Kenapa UGM bisa mengirim sampai lebih dari 2 ribu proposal ? Karena mereka memboomingkan PKM dikampusnya dengan publikasi dimana-mana. Mengapa setiap tahun Untad hanya bisa mengirim puluhan proposal ? Karana bahkan mahasiswanya ada yang gak tahu PKM itu apa.

Yah, ini yang saya rasakan dulu. Ketika melihat kegiatan-kegiatan yang saya tunggu-tunggu ternyata sudah selesai. Kesellah ! Tapi  Alhamdulillah, karena sekarang gabung dengan grup-grup diskusi dan kenal dengan orang-orang yang sempat ikut kegiatan-kegiatan itu, jadinya berbagai informasi bisa kita dapatkan. Tips ini mungkin bisa teman-teman pakai, biar gak dapat informasi deadline lagi yah. 

Gimana dengan kamu ? 

Sering dapat info deadline juga ?

Tetap semangat aja nyari informasi kegiatan dan jangan lupa dishare yah. Jangan sampai kamu pelit informasi hanya karena kamu korban info deadliner yo...haha. 

Karena barangsiapa yang membantu dan memberi kemudahan Saudaranya, maka Allah SWT akan jamin Jannah untuknya. Uhuy :)

#RamadhanChallenge
#30DWB

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Memilih Menjadi Dosen dan Bagaimana Proses Persiapannya?

Tulisan ini kudedikasikan untuk diriku sendiri sebagai pengingat akan niat dan tujuan mengapa memilih karir ini. Dan selebihnya, semoga ada manfaat yang bisa diperoleh pembaca dalam proses perjalanannya. *** Pic: Buku yang digunakan sebagai bahan ajar “Kenapa ingin jadi dosen?” tanya seorang interviewer saat saya sedang mengikuti wawancara CPSN.  Saya pun mencoba menjawab pertanyaan ini “Pertama, pilihan karir dosen menjadi wadah saya untuk bisa bermanfaat tidak hanya melalui pengajaran, namun juga menyebarluaskannya melalui tulisan/publikasi, dan mengaplikasikannya dengan pengabdian kepada masyarakat. Dan semoga bisa menjadi amalan saya juga ketika sudah tidak ada di dunia, melalui ilmu yang bermanfaat sebagai amal jariah yang tidak terputus. Kedua, saya merasa punya tanggung jawab setelah mendapat privilege untuk bisa sekolah tinggi, melalui beasiswa pula sejak S1 hingga S2, dimana masih banyak orang lain yang tidak bisa mengenyam kesempatan ini, yang mungkin bahkan saya pikir m...

Setelah penjelajahan ini, Akhirnya…

Saat sedang membaca novel Tere Liye, berjudul 'Tentang Kamu', tiba-tiba hpku bergetar. Sebuah notiviasi pesan masuk. Kusapu layar handphone untuk melihatnya. Tanganku tiba-tiba gemetar. Tak berpikir panjang, kubuka sebuah situs di google. Berkali-kali ku coba, tak kunjung bisa masuk.  Jantungku semakin berdegup kenjang. Ditambah jari-jariku yang terus gemetar. Kucoba membuka situs tersebut dengan aplikasi lain. Dan akhirnya, TERBUKA. Ku klik status dalam link tersebut. Aku menutup mulut, tanganku masih gemetar. Aku masih belum menyangka. Kutelpon seorang teman yang lebih paham masalah ini. “Halo ka?” tanyaku “Ya?” jawabnya dari balik telepon “Hari ini pengumuman. Kalau tulisannya lolos substansi itu artinya apa?” tanyaku dengan suara bergetar “Artinya kamu lolos!” jawabnya bahagia. Hari ini, 16 September 2019, akhirnya yang kuikhtiarkan sejak meminta izin pada Ibu Desember 2018 silam, menampakkan hasilnya. Hampir 10 bulan terlewati, 2 lebaran ku lalu...

Impian #1 : Perjalanan

Impian akan membawa kita terbang. Semakin kita percaya dengan impian itu, semakin kita tak menyangka bahwa ia telah membawa kita jauh dari sebelumnya. Ada begitu banyak hal yang akan terlewati dalam proses pencapaiannya. Sehingga rasa-rasanya, rugi jika tak diabadikan dalam aksara. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian .” Tulisan ini in syaa Allah akan berkelanjutan. Inspirasinya berawal dari pemikiran kebanyakan orang yang hanya melihat hasil pencapaian seseorang. Hingga lupa ada proses yang mengorbankan banyak tangis, rindu, waktu, dan berbagai ujian fisik, materi hingga batin. Ketika setiap penonton melihat proses itu, maka mereka tidak akan mudah (lagi) menilai dan berkomentar, “Dia beruntung”, “Dia punya fasilitas lengkap”, atau “Dia punya orang dalam.” Setiap orang menjalani prosesnya dari titik nol hingga ia menja...