Langsung ke konten utama

Ramadhan Challange Part 19 : Bukber Tim Gado-Gado




“Ada komunitas anakuntad, ada anakUntad.com, ada anakuntad clothing, ada anakuntad souvenir, ada tim Tadulako Menginspirasi. Semua ngumpul kayak gado-gado. Pahal orang-orangnya itu-itu juga” :)

Awalnya meet up nya untuk crew anakUntad.com. Tapi karena grup sebelah nyaut juga jadi mending kita satuin aja (btw orang-orang yang digrup sebelah dominan kita-kita juga haha). 

Selain itu, kalau disatuin ginikan lebih enak. Gak mikirin nyari waktu lagi dan dana pun bisa dihemat dikit (ya Allah ajakan bukber tuh ampir tiap hari, tiap hari juga keluarin duit, apalagi ngajak bukbernya di cafe, uduh dua hari gak sahur tuh wkwkw).

Yang datang tadi lumayan banyak sih. Ada speaker tadulako menginspirasi juga seperti Ka Debi dan Ka Toufan. Makasih yah ka udah datang :)

Bukbernya nyantai aja. Kita saling tukar cerita. Maklum udah agak lama gak ketemu. Canda tawa di meja makan itu yang dirundukan kembali tentunya.

Tapi yang paling penting hari ini, Alhamdulillah rejekinya makin nambah dan umurnya makin panjang. Karena punya kesempatan untuk silaturrahim lagi dengan mereka.

“Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan ditangguhkan kematiannya, hendaklah ia menyambung silaturrahmi” (HR.Bukhari)

Hargai tiap kesempatan kita untuk bertemu. Karena suatu saat momen ini hanya akan jadi cerita. Mungkin mereka akan pergi melanglangbuana ketempat-tempat yang jauh. Tak lagi bisa saling bersama. Cukup foto dan tulisan ini yang menjadi kenangan.

#RamadhanChallange
#30DWB
#NulisRundom2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setelah penjelajahan ini, Akhirnya…

Saat sedang membaca novel Tere Liye, berjudul 'Tentang Kamu', tiba-tiba hpku bergetar. Sebuah notiviasi pesan masuk. Kusapu layar handphone untuk melihatnya. Tanganku tiba-tiba gemetar. Tak berpikir panjang, kubuka sebuah situs di google. Berkali-kali ku coba, tak kunjung bisa masuk.  Jantungku semakin berdegup kenjang. Ditambah jari-jariku yang terus gemetar. Kucoba membuka situs tersebut dengan aplikasi lain. Dan akhirnya, TERBUKA. Ku klik status dalam link tersebut. Aku menutup mulut, tanganku masih gemetar. Aku masih belum menyangka. Kutelpon seorang teman yang lebih paham masalah ini. “Halo ka?” tanyaku “Ya?” jawabnya dari balik telepon “Hari ini pengumuman. Kalau tulisannya lolos substansi itu artinya apa?” tanyaku dengan suara bergetar “Artinya kamu lolos!” jawabnya bahagia. Hari ini, 16 September 2019, akhirnya yang kuikhtiarkan sejak meminta izin pada Ibu Desember 2018 silam, menampakkan hasilnya. Hampir 10 bulan terlewati, 2 lebaran ku lalu...

Impian #1 : Perjalanan

Impian akan membawa kita terbang. Semakin kita percaya dengan impian itu, semakin kita tak menyangka bahwa ia telah membawa kita jauh dari sebelumnya. Ada begitu banyak hal yang akan terlewati dalam proses pencapaiannya. Sehingga rasa-rasanya, rugi jika tak diabadikan dalam aksara. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian .” Tulisan ini in syaa Allah akan berkelanjutan. Inspirasinya berawal dari pemikiran kebanyakan orang yang hanya melihat hasil pencapaian seseorang. Hingga lupa ada proses yang mengorbankan banyak tangis, rindu, waktu, dan berbagai ujian fisik, materi hingga batin. Ketika setiap penonton melihat proses itu, maka mereka tidak akan mudah (lagi) menilai dan berkomentar, “Dia beruntung”, “Dia punya fasilitas lengkap”, atau “Dia punya orang dalam.” Setiap orang menjalani prosesnya dari titik nol hingga ia menja...

Palu Bangkit : Sahabat

"Merantaulah. Kau kan dapatkan pengganti kerabat dan kawan." Imam Al-Ghazali Kenapa Palu menjadi kota yang selalu indah dan takkan terhapus dalam kenangan sejarah hidupku, karena Kota Palu adalah tempat dimana ku temulan kerabat dan kawan seperti yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali. Para sahabat baik yang selalu menjadi tempaku belajar dan belajar. Berproses dan bertumbuh. Dibalik segala kekurangan seorang gadis pemalu, merekalah para sahabat yang meng Make Over diriku menjadi tampil berbeda. Bukan menawarkanku untuk memakai lipstik, foundation atau mencoba berbagai tutorial make up, tapi lebih dari itu. Mereka membantuku untuk keluar dari zona nyaman dan menjadi lebih berani untuk menatap hidup yang lebih berwarna. "Ada lomba menulis nih, kuy pada daftar" "Eh ada info beasiswa ini jangan lupa daftar yah" "Kalian udah daftar event itu blom, buru jangan deadline!" Tak hanya saling memotivasi untuk berkarya dan berprestasi, mereka jug...