Langsung ke konten utama

Ramadhan Challange Part 27 : Tips Jadi Momod Diskusi Online


"Selalu tingkatkan kapasitas diri dengan pengetahuan dan pembelajar".

Baru kelar diskusi online. Baru nyempetin waktu buat nulis blog yang lagi dan lagi, dipenghujung waktu hari ini. Awalnya saya sih mau share tentang kampung halamanku. Karena di grup lagi heboh bahas tetang kampung masing-masing. Tapi, karena waktu yang tidak memungkinkan, hari ini saya mau share saja tentang tips jadi momod diskusi online.

Momod sama artinya dengan moderator. Entah istilah ini datang darimana (silahkan cek google yah). Saya belum punya pengalaman lebih jadi momod dalam diskusi online. Baru dua kali saja (seingatku pertama kali jadi momod itu di diskusi online tadulako menginspirasi dan kali ini di diskusi online paguyuban kse untad).

Tips ini saya peroleh dari salah satu orang yang juga menginspirasi saya. Videonya udah saya tonton berulang-ulang (video mawapres untad). Sosok gadis muda yang kece sekali lah menurut saya dengan berbagai pencapaiannya.

Tips ini saya dapat dari ka Ayudya Arumsari. Saya simpulkan jadi point-point kayak gini...

1. Buat aturan sebelum diskusi dimulai. Tujuannya agar diskusi dapat berjalan terarah dengan panduan satu orang yakni momod

2. Klasifikasikan waktu baik saat speaker menjelaskan, bertanya, menjawab, dan menanggapi. Tujuannya agar diskusi dapat berjalan efisien dan efektif.

3. Gunakan kode dalam diskusi online. Agar dapat memudahkan speaker maupun peserta diskusi. Juga agar chat tidak saling tumpang tindih

4. Pastikan hanya momod yang boleh mempersilahkan speaker dan peserta diskusi untuk berkomentar.

5. Momod juga punya peran penting agar para peserta diskusi semangat mengikuti diskusi. Caranya bisa dengan memperlihatkan cv dan prestasi spekaer, ataupun pengenalan disesi awal diskusi.

Itu beberapa tips yang saya tangkap. Karena kedepannya diskusi online ini akan terus berjalan. Maka pastinya tips ini sangat bermanfaat bagi saya, dan juga bisa diterapkan oleh teman-teman yang punya tugas jadi momod diskusi online khusunya.

Semoga bermanfaat yah 😊

#RamadhanChallange
#30DWB
#NulisRundom2017

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Memilih Menjadi Dosen dan Bagaimana Proses Persiapannya?

Tulisan ini kudedikasikan untuk diriku sendiri sebagai pengingat akan niat dan tujuan mengapa memilih karir ini. Dan selebihnya, semoga ada manfaat yang bisa diperoleh pembaca dalam proses perjalanannya. *** Pic: Buku yang digunakan sebagai bahan ajar “Kenapa ingin jadi dosen?” tanya seorang interviewer saat saya sedang mengikuti wawancara CPSN.  Saya pun mencoba menjawab pertanyaan ini “Pertama, pilihan karir dosen menjadi wadah saya untuk bisa bermanfaat tidak hanya melalui pengajaran, namun juga menyebarluaskannya melalui tulisan/publikasi, dan mengaplikasikannya dengan pengabdian kepada masyarakat. Dan semoga bisa menjadi amalan saya juga ketika sudah tidak ada di dunia, melalui ilmu yang bermanfaat sebagai amal jariah yang tidak terputus. Kedua, saya merasa punya tanggung jawab setelah mendapat privilege untuk bisa sekolah tinggi, melalui beasiswa pula sejak S1 hingga S2, dimana masih banyak orang lain yang tidak bisa mengenyam kesempatan ini, yang mungkin bahkan saya pikir m...

Setelah penjelajahan ini, Akhirnya…

Saat sedang membaca novel Tere Liye, berjudul 'Tentang Kamu', tiba-tiba hpku bergetar. Sebuah notiviasi pesan masuk. Kusapu layar handphone untuk melihatnya. Tanganku tiba-tiba gemetar. Tak berpikir panjang, kubuka sebuah situs di google. Berkali-kali ku coba, tak kunjung bisa masuk.  Jantungku semakin berdegup kenjang. Ditambah jari-jariku yang terus gemetar. Kucoba membuka situs tersebut dengan aplikasi lain. Dan akhirnya, TERBUKA. Ku klik status dalam link tersebut. Aku menutup mulut, tanganku masih gemetar. Aku masih belum menyangka. Kutelpon seorang teman yang lebih paham masalah ini. “Halo ka?” tanyaku “Ya?” jawabnya dari balik telepon “Hari ini pengumuman. Kalau tulisannya lolos substansi itu artinya apa?” tanyaku dengan suara bergetar “Artinya kamu lolos!” jawabnya bahagia. Hari ini, 16 September 2019, akhirnya yang kuikhtiarkan sejak meminta izin pada Ibu Desember 2018 silam, menampakkan hasilnya. Hampir 10 bulan terlewati, 2 lebaran ku lalu...

Impian #1 : Perjalanan

Impian akan membawa kita terbang. Semakin kita percaya dengan impian itu, semakin kita tak menyangka bahwa ia telah membawa kita jauh dari sebelumnya. Ada begitu banyak hal yang akan terlewati dalam proses pencapaiannya. Sehingga rasa-rasanya, rugi jika tak diabadikan dalam aksara. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian .” Tulisan ini in syaa Allah akan berkelanjutan. Inspirasinya berawal dari pemikiran kebanyakan orang yang hanya melihat hasil pencapaian seseorang. Hingga lupa ada proses yang mengorbankan banyak tangis, rindu, waktu, dan berbagai ujian fisik, materi hingga batin. Ketika setiap penonton melihat proses itu, maka mereka tidak akan mudah (lagi) menilai dan berkomentar, “Dia beruntung”, “Dia punya fasilitas lengkap”, atau “Dia punya orang dalam.” Setiap orang menjalani prosesnya dari titik nol hingga ia menja...