Langsung ke konten utama

Ramadhan Challange Part 25 : .....




                                                             .............................






..... punya banyak makna. Tergantung dari suasana dan keadaanmu. Tapi saya mengartikannya kebingungan. Bingung mau nulis apa. Bukan gak ada inspirasi. Tapi bingung mau milih nulis yang mana sampai akhirnya saya gak tau mau nulis apa.

Jadi hari ini saya nulisnya sapu rata saja yah (sapu rata belahan bumi jawa paham gak yah haha). Apa yang ada di otak saya itu yang saya tulis.

Pertama,
Sebenarnya saya pengen nulis Blog vr Vlog. Cuman karena nulis ini disisa-sisa waktu terakhir dihari ini saya gak cukup waktu buat cari referensi.

Kedua,
Mau nulis tentang request orang. Semenjak saya suka nulis nama orang diblog saya, ada juga yang pengen dibuatin tulisan tentang dia (kalau orangnya baca pasti dia ngerasa nih 😆). Nantilah yah kalau ada niat haha (becanda ding)

Ketiga,
Tentang pulang kampung, baju lebaran, kue lebaran, dan embel-embelnya.

Keempat
Pengen nulis tetang bersikap "Responsif". Cuman lagi males aja karena lagi gak pengen nulis yang terkesan menggurui.

Entahlah, semakin hari blog saya semakin luar biasa bermanfaatnya yah (ini tulisan apa ci 😆)

So, karena isi tulisan dalam blog ini semuanya harus bermanfaat (meskipun secuil) saya akan menyimpulkan makna tulisan saya hari ini adalah nulis itu enjoy aja, pake hati dan jangat merasa tertekan. Tuangkan apa yang ada dalam pikiranmu. Gak perlu dibuat-buat. Dan gak perlu ikut orang. Kamu akan menemukan sendiri gaya menulismu seperti apa jika berlatih setiap hari (kata buku yang pernah saya baca 😆)

Sekian dan terima kasih 😆

#RamadhanChallange
#30DWB
#NulisRundom2017
#BenerBenerRundom

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Palu Bangkit : Sahabat

"Merantaulah. Kau kan dapatkan pengganti kerabat dan kawan." Imam Al-Ghazali Kenapa Palu menjadi kota yang selalu indah dan takkan terhapus dalam kenangan sejarah hidupku, karena Kota Palu adalah tempat dimana ku temulan kerabat dan kawan seperti yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali. Para sahabat baik yang selalu menjadi tempaku belajar dan belajar. Berproses dan bertumbuh. Dibalik segala kekurangan seorang gadis pemalu, merekalah para sahabat yang meng Make Over diriku menjadi tampil berbeda. Bukan menawarkanku untuk memakai lipstik, foundation atau mencoba berbagai tutorial make up, tapi lebih dari itu. Mereka membantuku untuk keluar dari zona nyaman dan menjadi lebih berani untuk menatap hidup yang lebih berwarna. "Ada lomba menulis nih, kuy pada daftar" "Eh ada info beasiswa ini jangan lupa daftar yah" "Kalian udah daftar event itu blom, buru jangan deadline!" Tak hanya saling memotivasi untuk berkarya dan berprestasi, mereka jug...

Kisah Inspiratif : “Tetaplah ke sekolah, meski kamu mati terbunuh.”

“Tetaplah ke sekolah meski kamu mati terbunuh,” gigih ibunda Samsiah kepada buah hatinya tercinta. Anaknya bernama Samsiah menjadi salah satu korban penyemprotan cairan asam dari segerombolan lelaki Afganistan yang anti sekolah. Ia menderita luka bakar paling parah dan memperoleh noda cacat di kelopak mata dan sebagian besar pipi kiri. “Kalau anda tidak mengirim anak-anak gadis ke sekolah, musuh kalian yang menang,” seru kepala sekolah bergetar. Sejak kejadian penyemprotan cairan asam ke wajah para siswa, Sekolah Mirwais menjadi sepi. Namun itu tidak berlangsung lama, kini ada sekitar 1.300 siswi belajar disana tanpa jaminan keamanan. Kapan pun kekejian bisa menimpa mereka. Namun mereka tetap semangat untuk menempuh pendidikan. Kisah ini menjadi sebuah tamparan untuk kita, khususnya saya pribadi. Yang mungkin ada masa dimana keluhan-keluhan terlontar saat belajar. Capek, lelah dan penat dengan berbagai pelajaran. Namun ternyata, ada adik-adik di luar sana yang bahkan harus berko...

Palu Bangkit : Masihkah Kau Ragukan Kebesaran-Nya?

Katakanlah "siapakah yang dapat melindungimu dari (ketentuan) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?" Mereka itu tidak akan mendapat pelindung dan penolong selain Allah. (Qs. Al-Ahzab : 17) Tiap hari media tak pernah absen mengabarkan kondisi terbaru seputar kondisi kota Palu dan sekitarnya. Tiap hari pula rasa-rasanya masih tak percaya, bahwa aku dan kami yang selamat lolos dari musibah maha dahsyat yang untuk pertama kalinya terjadi dalam hidup kami. Tak cukup sampai disitu, usai bencana, Tuhan tak henti-hentinya memperlihatkan kebesaran dan keangugannya lewat berbagai saksi mata hidup juga mati. Masjid terapung di pinggir pantai Talise yang berdiri dengan kokohnya seakan-akan tak bergeming, bahwa baru saja badai menyapu pinggiran pantai hingga 3 sampai 6 meter tingginya. Sedangkan Jembatan kuning yang begitu kokoh dan megahnya tak berdaya ketika disambar dentuman gempa dan ombak yang bertubi datangnya. Rumah yang tetap berdiri...