Langsung ke konten utama

Ramadhan Challange Part 21: Selamat Satrio Amrullah S.Si


"Ada banyak karya yang kau buat. Ada banyak pencapaian yang kau raih. Ada banyak orang yang engkau inspirasi. Namun, ibarat padi semakin berisi semakin merunduk. Rendah hati untuk mengajari adik-adikmu itulah yang membedakanmu dengan yang lainnya"

Saya kenal dengan ka Tio itu ketika gabung di anakUntad.com. Pertama kali bisa saling sapa itu ketika dikenalin oleh ka Ana (Pimred anakUntad.com). Waktu itu saya sebagai jurnalis di anakUntad.com. Sebenarnya sih agak grogi yah waktu pertama ketemu ka Tio karena saya tau beliau itu punya banyak sekali karya dan prestasi (ka Tio kalau baca ini biasa aja yah, gak usah sampe terbang gitu ðŸ˜†) .

Terus mulai kenal atau lebih akrab itu ketika di Tadulako Menginspirasi. Kebetulan waktu itu saya dibagian divisi speaker. Jadi kita banyak diskusi dan debat sampai tengah malam bareng tim. Banyak sekalilah cerita dan pelajaran disini. Saling bertukar ide dan gagasan.

Selain di anakUntad.com dan TM, saya juga diajak buat gabung di anakuntad clothing. Yakni bisnis konveksi baju yang menyasar mahasiswa, lembaga, dan organisasi khususnya dalam kampus Untad (jadi kalau kamu mau buat pdh, kaos, atau baju seragam komunitas, di anakuntad clothing aja yah, harga murah kualitas terjamin, hehe tetep promo)

Sejak awal kenal ka Tio sampai sekarang, yang saya ketahui beliau adalah sosok yang introvert, suka nolong orang lain (jarang sekali dengar dia punya masalah karena gak pernah dengar ngeluh), gak bisa nyakitin orang, gak bisa marah, kerjanya senyum doang. Dan kadang bikin greget itu orangnya tenang sumpah (bayangin aja udah sisa mines berapa hari namanya keluar dari sistem alias DO, masih sempat aja ngurus yang lain, jadi kita yang deg degkan ngeliatnya).

Dan ada banyak sekali pelajaran yang dia berikan. Tidak hanya disaya, tapi juga ke teman-teman yang lain. Tapi yang paling saya salutkan dari sosok Satrio adalah sikap rendah hatinya untuk mengajar orang lain. Kamu minta diajarin cara copy - paste aja nih pasti diajarin. Sedetai-detailnya. Mulai dari latar belakang, rumusan masalah, tujuan, sampai kesimpulan (ini mau buat makalah yah haha). Itu karena dia pengen orang yang dia ajari benar-benar paham, meskipun sebenarnya pertanyaanmu itu sangat mudah, dia tidak pernah menolak untuk menjawab.

Dan ada satu hal juga yang saya ingat dari ka Tio yang buat saya terinspirasi adalah ketika dia bertanya "Saya heran, kenapa orang merasa terinspirasi dari saya. Saya orang yang biasa-biasa saja sih"

Rendah hati dan tidak sombong. Itu yang saya pelajari dari orang-orang yang menurut saya inspiring dan hebat.

Tetap jaga kerendahan hatimu itu ka. Tetap jadi sosok yang menginspirasi bagi kami. Mungkin dengan gelar S.Si yang telah diraih, dan menahanmu di kampus selama tujuh tahun, kamu akan pergi melanglangbuana melihat dunia dan menggapai mimpimu. Kami mungkin akan merasa kehilangan sosok kakak disini yang selalu menolong dan menjawab pertanyaan kami meskipun sudah jam dua malam. Terima kasih atas pelajaran dan teladannya. Semoga gelar yang diraih dapat diamalkan ilmunya dan terus menebar manfaat untuk orang lain.

#RamadhanChallange
#30DWB
#NulisRundom2017
#InspiringPeople

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setelah penjelajahan ini, Akhirnya…

Saat sedang membaca novel Tere Liye, berjudul 'Tentang Kamu', tiba-tiba hpku bergetar. Sebuah notiviasi pesan masuk. Kusapu layar handphone untuk melihatnya. Tanganku tiba-tiba gemetar. Tak berpikir panjang, kubuka sebuah situs di google. Berkali-kali ku coba, tak kunjung bisa masuk.  Jantungku semakin berdegup kenjang. Ditambah jari-jariku yang terus gemetar. Kucoba membuka situs tersebut dengan aplikasi lain. Dan akhirnya, TERBUKA. Ku klik status dalam link tersebut. Aku menutup mulut, tanganku masih gemetar. Aku masih belum menyangka. Kutelpon seorang teman yang lebih paham masalah ini. “Halo ka?” tanyaku “Ya?” jawabnya dari balik telepon “Hari ini pengumuman. Kalau tulisannya lolos substansi itu artinya apa?” tanyaku dengan suara bergetar “Artinya kamu lolos!” jawabnya bahagia. Hari ini, 16 September 2019, akhirnya yang kuikhtiarkan sejak meminta izin pada Ibu Desember 2018 silam, menampakkan hasilnya. Hampir 10 bulan terlewati, 2 lebaran ku lalu...

Impian #1 : Perjalanan

Impian akan membawa kita terbang. Semakin kita percaya dengan impian itu, semakin kita tak menyangka bahwa ia telah membawa kita jauh dari sebelumnya. Ada begitu banyak hal yang akan terlewati dalam proses pencapaiannya. Sehingga rasa-rasanya, rugi jika tak diabadikan dalam aksara. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian .” Tulisan ini in syaa Allah akan berkelanjutan. Inspirasinya berawal dari pemikiran kebanyakan orang yang hanya melihat hasil pencapaian seseorang. Hingga lupa ada proses yang mengorbankan banyak tangis, rindu, waktu, dan berbagai ujian fisik, materi hingga batin. Ketika setiap penonton melihat proses itu, maka mereka tidak akan mudah (lagi) menilai dan berkomentar, “Dia beruntung”, “Dia punya fasilitas lengkap”, atau “Dia punya orang dalam.” Setiap orang menjalani prosesnya dari titik nol hingga ia menja...

Palu Bangkit : Sahabat

"Merantaulah. Kau kan dapatkan pengganti kerabat dan kawan." Imam Al-Ghazali Kenapa Palu menjadi kota yang selalu indah dan takkan terhapus dalam kenangan sejarah hidupku, karena Kota Palu adalah tempat dimana ku temulan kerabat dan kawan seperti yang disampaikan oleh Imam Al-Ghazali. Para sahabat baik yang selalu menjadi tempaku belajar dan belajar. Berproses dan bertumbuh. Dibalik segala kekurangan seorang gadis pemalu, merekalah para sahabat yang meng Make Over diriku menjadi tampil berbeda. Bukan menawarkanku untuk memakai lipstik, foundation atau mencoba berbagai tutorial make up, tapi lebih dari itu. Mereka membantuku untuk keluar dari zona nyaman dan menjadi lebih berani untuk menatap hidup yang lebih berwarna. "Ada lomba menulis nih, kuy pada daftar" "Eh ada info beasiswa ini jangan lupa daftar yah" "Kalian udah daftar event itu blom, buru jangan deadline!" Tak hanya saling memotivasi untuk berkarya dan berprestasi, mereka jug...