Langsung ke konten utama

Ramadhan Challange Part 26 : Blog vr Vlog


"Apapun namanya...Apapun medianya...Tidak masalah. Karena kreatifitas tanpa batas!"

Blog vr Vlog...
Hayo yang mana yang menang ?
Mari kita buat perbandingan

Blog...
B-L-O-G merupakan singkatan dari web log adalah bentuk aplikasi web yang berbentuk tulisan-tulisan (yang dimuat sebagai posting) pada sebuah halaman web (dilansir dari wikipedia).

Media blog pertama kali dipopulerkan oleh Blogger.com, yang dimiliki oleh Pyra Labs sebelum akhirnya diakuisisi oleh Google pada akhir tahun 2002 (saya baru tahu loh ini, wah isi blog saya akhirnya nambah wawasan pembaca juga 😆).

Blog ada macam-macamnya juga loh. Nah, kalau blog saya namanya blog pribadi. Jadi isinya tetang keseharian atau kisah sih penulis.

Saya juga baca di wikipedia tentang resiko kejahatan. Gini nih katanya
"Karena blog sering digunakan untuk menulis aktivitas sehari-hari yang terjadi pada penulisnya, ataupun merefleksikan pandangan-pandangan penulisnya tentang berbagai macam topik yang terjadi dan untuk berbagi informasi - blog menjadi sumber informasi bagi para hacker, pencuri identitas, mata-mata, dan lain sebagainya." (Baca ini saya jadi flashback isi blog saya yah)

Jadi, buat yang suka tulis blog tetap hati-hati. Silahkan tulis apa yang masih dalam tahap wajar untuk ditulis. Kalau sudah berkaitan dengan hal-hal yang semestinya gak diumbar mending jangan ditulis yah, agar tidak menyesal kedepannya (nasihati diri sendiri nih).

Nah itu penjelasan sedikit tentang blog yang saya kutip dari wikipedia.
Selanjutnya...

Vlog...
V-L-O-G (video blogging) merupakan suatu bentuk kegiatan blogging dengan menggunakan medium video di atas penggunaan teks atau audio sebagai sumber media utama (dilansir dari wikipedia juga). Cuman beda dihuruf B dan V, tapi maknanya jauh sekali yah.

Karena saya agak malas baca penjelasannya yang terlalu panjang, saya mau muat beberapa pertanyaan saja berkaitan tentang blog dan vlog (ala-ala Q & A gitu). Karena ini tulisan saya, jadi yang jawab pertanyaan juga saya (yah saya emang dikenal suka jawab pertanyaan saya sendiri).

Lebih nyaman mana pakai blog atau vlog ?
Kalau saya yah lebih nyaman blog. Karena passionnya memang suka nulis. Jadi, buat kamu yang suka nulis bisa manfaatin blog (bisa hemat kertas juga).

Tapi kalau kita lihat sekarang, vlog lebih populer yah dibanding blog. Kamu tidak hanya bisa ngevlog via youtube saja, tapi ada beberapa media sosial pun yang ikut mendukung. Misalnya kayak insta story atau siaran langsung di facebook. Mungkin karena memang sekarang orang pada jamannya eksis, jadi ngevlog itu lagi happaning sekali. Dan kamu gak mesti capek-capek nulis, cukup modal bicara saja.

Next...
Lebih banyak dapat untung (uang) pakai blog atau vlog ?
Nah, kalau ini saya kurang tahu. Karena saya sendiri pun baru aktif lagi ngeblog (sarang laba-laba blogku baru kelar dibersihin pula). Selain itu juga saya belum kepikiran tentang untung tidaknya. Masih mau permak blog dulu biar lebih enak dilihat dan frash.
Tapi sebenarnya, blog juga bisa menguntungkan lewat iklan, seperti iklan adsense, posting berbayar, atau kiriman tautan.

Nah, kalau vlog juga bisa menguntungkan seperti blog. Lewat iklan adsense pula bisa. Selain itu juga, bisa dengan content yang disajikan dalam vlog tersebut. Misal review dan promo suatu produk (sistem endorse gitu). Nah, para vlogger juga biasanya  minta untuk subscibe channel youtube mereka. Karena, semakin banyak yang subscribe pedapatan mereka juga bisa semakin tinggi. Pihak yang ingin beriklan pun juga akan semakin banyak.

Next...
Siapa yang menang ?
Tidak ada yang menang dan kalah sih. Atau tidak ada yang unggul dan paling diunggulkan kalau menurutku. Karena kalau kita lihat dari sisi manfaat semuanya bermanfaat. Buat pengguna blog, tentu bisa buat dia berlatih khusunya dalam kepenulisannya. Dan untuk vlog pun juga pasti punya manfaat dengan content-content yang mereka bagi. Ada pegiat blog yang sukses jadi penulis best seller. Ada juga vlogger yang sukses jadi artis.

So, apapun namanya. Apapun medianya. Tidak masalah. Karena kreatifitas tanpa batas !

#RamadhanChallange
#30DWB
#NulisRundom2017


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kenapa Memilih Menjadi Dosen dan Bagaimana Proses Persiapannya?

Tulisan ini kudedikasikan untuk diriku sendiri sebagai pengingat akan niat dan tujuan mengapa memilih karir ini. Dan selebihnya, semoga ada manfaat yang bisa diperoleh pembaca dalam proses perjalanannya. *** Pic: Buku yang digunakan sebagai bahan ajar “Kenapa ingin jadi dosen?” tanya seorang interviewer saat saya sedang mengikuti wawancara CPSN.  Saya pun mencoba menjawab pertanyaan ini “Pertama, pilihan karir dosen menjadi wadah saya untuk bisa bermanfaat tidak hanya melalui pengajaran, namun juga menyebarluaskannya melalui tulisan/publikasi, dan mengaplikasikannya dengan pengabdian kepada masyarakat. Dan semoga bisa menjadi amalan saya juga ketika sudah tidak ada di dunia, melalui ilmu yang bermanfaat sebagai amal jariah yang tidak terputus. Kedua, saya merasa punya tanggung jawab setelah mendapat privilege untuk bisa sekolah tinggi, melalui beasiswa pula sejak S1 hingga S2, dimana masih banyak orang lain yang tidak bisa mengenyam kesempatan ini, yang mungkin bahkan saya pikir m...

Setelah penjelajahan ini, Akhirnya…

Saat sedang membaca novel Tere Liye, berjudul 'Tentang Kamu', tiba-tiba hpku bergetar. Sebuah notiviasi pesan masuk. Kusapu layar handphone untuk melihatnya. Tanganku tiba-tiba gemetar. Tak berpikir panjang, kubuka sebuah situs di google. Berkali-kali ku coba, tak kunjung bisa masuk.  Jantungku semakin berdegup kenjang. Ditambah jari-jariku yang terus gemetar. Kucoba membuka situs tersebut dengan aplikasi lain. Dan akhirnya, TERBUKA. Ku klik status dalam link tersebut. Aku menutup mulut, tanganku masih gemetar. Aku masih belum menyangka. Kutelpon seorang teman yang lebih paham masalah ini. “Halo ka?” tanyaku “Ya?” jawabnya dari balik telepon “Hari ini pengumuman. Kalau tulisannya lolos substansi itu artinya apa?” tanyaku dengan suara bergetar “Artinya kamu lolos!” jawabnya bahagia. Hari ini, 16 September 2019, akhirnya yang kuikhtiarkan sejak meminta izin pada Ibu Desember 2018 silam, menampakkan hasilnya. Hampir 10 bulan terlewati, 2 lebaran ku lalu...

Impian #1 : Perjalanan

Impian akan membawa kita terbang. Semakin kita percaya dengan impian itu, semakin kita tak menyangka bahwa ia telah membawa kita jauh dari sebelumnya. Ada begitu banyak hal yang akan terlewati dalam proses pencapaiannya. Sehingga rasa-rasanya, rugi jika tak diabadikan dalam aksara. Seperti kata Pramoedya Ananta Toer, “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian .” Tulisan ini in syaa Allah akan berkelanjutan. Inspirasinya berawal dari pemikiran kebanyakan orang yang hanya melihat hasil pencapaian seseorang. Hingga lupa ada proses yang mengorbankan banyak tangis, rindu, waktu, dan berbagai ujian fisik, materi hingga batin. Ketika setiap penonton melihat proses itu, maka mereka tidak akan mudah (lagi) menilai dan berkomentar, “Dia beruntung”, “Dia punya fasilitas lengkap”, atau “Dia punya orang dalam.” Setiap orang menjalani prosesnya dari titik nol hingga ia menja...